Tulisan ke w dari x Tulisan
Januari 9, 2012
Ujung dari keintensifan antara pria dan wanita yang sama-sama lajang adalah pelaminan, bukan hanya sekedar mengumbar kasih pra menikah. Harapannya pun satu, bersanding dalam singgasana bersama, mengarungi sisa waktu berdua, dan ingin bersama sampai ajal menjemput. Bahagia bukan hanya di dunia, namun dipertemukan kembali olehNYA dalam kerajaanNYA yang mewah.
Sungguh bahagia bila semua terjadi sesuai rencana, bukan rencana manusia yang condong akan keinginan dunia, namun rencana Tuhan yang pasti dan terjamin menjadi yang terbaik.
Bila saat itu tiba, beruntunglah. Bila belum juga tiba, itu artinya Tuhan menyuruh untuk melangkah ke depan secara cepat guna menjemput bagian yang terbaik bagimu.
Tulisan ke v dari x Tulisan
Januari 7, 2012
“Cintailah dia dengan izin Tuhanmu bila dengan begitu kau menjadi semakin tunduk dan berpasrah diri akan segala kehadiranNYA. Tapi bila dengan mencintainya kau semakin jauh dari penglihatanNYA, lebih baik tinggalkan dia demi akhiratmu”
Apakah yang aku lakukan adalah frase pertama, atau malah keadaan kedua? Bagaimana aku tahu jika aku lebih tunduk sedang dia selalau mengalihkanku dariNYA. Sebaliknya, aku justru semakain tak yakin dengan akhiratku bila tanpa dia dengan senyumnya yang dapat meneduhkan keresahanku?
Tuhan, CintaMU yang kudamba, kasihMU yang kucari, asmaMU yang kusebut, biarkan aku meraih apa yang telah KAU tetapkan untuk terjadi. Dekap selalu aku dan dia dalam lindunganMU, karuniaMU, dan cahayaMU yang terang abadi.
Tulisan ke u dari x Tulisan
Januari 6, 2012
Bila mengingat kejadian dimana kau terlibat didalamnya membuatku tersenyum dan bersemangat, apakah itu tandanya…?
Rupanya Tuhan telah menganugerahkan sedikit kasihNYA langsung kepadaku, sehingga apabila mengingatNYA, yang aku lantunkan adalah, “Jadikan ia yang Engkau Pilih Ya Rabb, hanya untukku, guna menggapai ridhaMU”
Segera setelah itu, muncul sesungging senyum kecil diwajahku, berbalut semangat yang membuncah untuk membuktikan, lebih tepatnya mengaktualisasi bahwa aku, cepat atau lambat, adalah juga yang menjadi satu-satunya tambatanmu dihadapanNYA.
Sungguh rencana Tuhan akan dan selalu menjadi yang terbaik, tunggulah kehadiranNYA pada malam dimana aku dan kau telah halal untuk bercumbu sesuai sunnah.
Amin.
Tulisan ke t dari x Tulisan
Januari 5, 2012
Begitu lihai setan menggoda
ia sulap muka agar nampak bercahaya,
suara yang merdu didengar telinga,
mulut yang tajam untuk memuja,
bukan pada zat yang esa, tapi kepada sesama manusia.
Oh, betapa mudahnya hati goyah
bila telah berkelana bersama dia yang bisa membuat tersenyum selama tak bertatap muka,
bila telah berbalas tawa atas apa yang menjadi perbincangan semata.
Tuhan, Kau tahu aku telah menyerahkan semuanya kepadaMU,
aku tunggu waktuMU, ketetapanMU yang suci dari campur tangan makhluk,
terutama setan yang selalu ingin menjerumuskan
Tulisan ke s dari x Tulisan
Januari 1, 2012
Bersalaman, berjamaah, dan pergi.
Itulah yang terjadi malam itu, aku mencoba bersalam denganNYA, ya dengan DIA yang Maha Perkasa, dengan caraku sendiri. Tak peduli apapun yang terjadi, karena DIA melihat langsung ke hati.
Berjamaah berarti bersama. Bersama menunaikan perintahNYA tanpa ada ragu di dalamnya. Hanya DIA tujuan utama, bukan surga apalagi pahala.
Meninggalkan kenyamanan demi mencapai moksa, sengaja pergi guna mencari jati diri dan merasakan kehadirat Ilahi. Terbenam dalam alunan sepi yang menyentuh hati, gema vokal “Hu” keluar bersama nafas para pencari.
Duhai, sebegitu indahkah berada sepenuhnya dalam kasihNYA? MelayaninNYA bukan hanya dengan tenaga tetapi juga seluruh jiwa. Bahkan hidup dan matipun hanya karenaNYA.
Bila telah demikian bulat, apalagi yang pantas dirisaukan dalam hidup selain kehilangan keberadaanNYA?
Tulisan ke r dari x Tulisan
Desember 31, 2011
Berhenti, dan itulah yang sebenarnya terjadi.
Semua bersedih, kecuali jiwaku yang lain; ia tertawa bahagia. Tertawa setertawanya melihat sesuatu yang berhenti secara langsung tanpa pamrih.
Semakin banyak kejanggalan, maka akan semakin banyak pengalaman. Dan akan sangat berguna untuk melawan musuh yang selalu tertawa saat pemberhentian terakhir.
Tulisan ke q dari x Tulisan
Desember 18, 2011
Sebenarnya, mereka kurang cantik, hanya pandai memoles diri agar terlihat seperti apa yang orang lain pikirkan. Buktinya, lihatlah ketika mereka senja, jauh dari apa yang terlihat pada saat muda.
Namun, fenomena ini terlihat lumrah dan tanpa kompromi, mungkin, hanya mungkin, mereka menukar kebahagiaan di masa tua dengan kecantikan di masa muda. Tujuannya? Tak lain dan tak bukan untuk me-laku-kan diri, karena bila tidak dapat seperti itu maka lingkungan akan menolak dan bersiaplah tergerus perkawanan.
“Tenggelam dalam keterpurukan atau sengaja terpuruk untuk tenggelam, hanya ada flash, yang sementara, selebihnya gelap melanda.”
“Lepaskan arogansi nurani, rela melawan kodrat demi nilai masyarakat.”
Tulisan ke p dari x Tulisan
Desember 10, 2011
Setan hitam tertawa lebar, malaikat putih juga tak kalah manis senyumnya. Mereka berdebat soal “kesalahan”.
Sang setan bersikukuh bahwa kesalahan akan membuat enggan, malu, dan terpuruk. Sementara malaikat berpendapat bahwa kesalahan justru akan menambah kehati-hatian dan penyesalan yang diikuti perasaan tidak akan mengulanginya lagi.
Ditengah perdebatan sengit itu, muncullah sosok yang sebagai-kawan-juga-musuh, meliputi dirinya dengan rasa senang, bangga, dan bersih dari sabetan kelasahan.
Seandainya, kesalahan itu menyadarkan, maka dengan kesalahan kita melangkah ke depan.
Tulisan ke o dari x Tulisan
Desember 4, 2011
Apakah mereka akan silau dengan banyaknya dimensi yang aku punya?
Atau malah mencela, memaki dan berbalik menudingku sebagai benalu.
Aku menamakan dimensiku sebagai benda yang tak terdifinisi
liar tak terbatas, mencakar horizon, menjulang tinggi, menancap kekar
bersuara klasik, berwajah sendu, berbentuk bulat sempurna
Coba kau bayangkan itu, dan ceritakan apakah kau akan menemaniku sampai habis waktumu?
Tulisan ke n dari x Tulisan
Desember 4, 2011
Segelas penuh teh di sore hari
Angin bertiup kencang, terkurung dalam kamar yang lega
Lagu berdenting berirama jazz atau country
Sungguh membuat tenaga terisi
Hay, siapakah yang ingin menemani?
duduk merapat sambil bersandar pada pundakku
kan ku bagi teh ku nanti
bahkan kue-kue kering atau basah bekas kemarin