Tulisan ke r dari x Tulisan

Desember 31, 2011

Berhenti, dan itulah yang sebenarnya terjadi.

Semua bersedih, kecuali jiwaku yang lain; ia tertawa bahagia. Tertawa setertawanya melihat sesuatu yang berhenti secara langsung tanpa pamrih.

Semakin banyak kejanggalan, maka akan semakin banyak pengalaman. Dan akan sangat berguna untuk melawan musuh yang selalu tertawa saat pemberhentian terakhir.

 

Tulisan ke q dari x Tulisan

Desember 18, 2011

Sebenarnya, mereka kurang cantik, hanya pandai memoles diri agar terlihat seperti apa yang orang lain pikirkan. Buktinya, lihatlah ketika mereka senja, jauh dari apa yang terlihat pada saat muda.

Namun, fenomena ini terlihat lumrah dan tanpa kompromi, mungkin, hanya mungkin, mereka menukar kebahagiaan di masa tua dengan kecantikan di masa muda. Tujuannya? Tak lain dan tak bukan untuk me-laku-kan diri, karena bila tidak dapat seperti itu maka lingkungan akan menolak dan bersiaplah tergerus perkawanan.

“Tenggelam dalam keterpurukan atau sengaja terpuruk untuk tenggelam, hanya ada flash, yang sementara, selebihnya gelap melanda.”

“Lepaskan arogansi nurani, rela melawan kodrat demi nilai masyarakat.”

Tulisan ke p dari x Tulisan

Desember 10, 2011

Setan hitam tertawa lebar, malaikat putih juga tak kalah manis senyumnya. Mereka berdebat soal “kesalahan”.

Sang setan bersikukuh bahwa kesalahan akan membuat enggan, malu, dan terpuruk. Sementara malaikat berpendapat bahwa kesalahan justru akan menambah kehati-hatian dan penyesalan yang diikuti perasaan tidak akan mengulanginya lagi.

Ditengah perdebatan sengit itu, muncullah sosok yang sebagai-kawan-juga-musuh, meliputi dirinya dengan rasa senang, bangga, dan bersih dari sabetan kelasahan.

Seandainya, kesalahan itu menyadarkan, maka dengan kesalahan kita melangkah ke depan.

Tulisan ke o dari x Tulisan

Desember 4, 2011

Apakah mereka akan silau dengan banyaknya dimensi yang aku punya?

Atau malah mencela, memaki dan berbalik menudingku sebagai benalu.

 

Aku menamakan dimensiku sebagai benda yang tak terdifinisi

liar tak terbatas, mencakar horizon, menjulang tinggi, menancap kekar

bersuara klasik, berwajah sendu, berbentuk bulat sempurna

 

Coba kau bayangkan itu, dan ceritakan apakah kau akan menemaniku sampai habis waktumu?

Tulisan ke n dari x Tulisan

Desember 4, 2011

Segelas penuh teh di sore hari

Angin bertiup kencang, terkurung dalam kamar yang lega

Lagu berdenting berirama jazz atau country

Sungguh membuat tenaga terisi

 

Hay, siapakah yang ingin menemani?

duduk merapat sambil bersandar pada pundakku

kan ku bagi teh ku nanti

bahkan kue-kue kering atau basah bekas kemarin