Tulisan ke s dari x Tulisan

Januari 1, 2012

Bersalaman, berjamaah, dan pergi.

Itulah yang terjadi malam itu, aku mencoba bersalam denganNYA, ya dengan DIA yang Maha Perkasa, dengan caraku sendiri. Tak peduli apapun yang terjadi, karena DIA melihat langsung ke hati.

Berjamaah berarti bersama. Bersama menunaikan perintahNYA tanpa ada ragu di dalamnya. Hanya DIA tujuan utama, bukan surga apalagi pahala.

Meninggalkan kenyamanan demi mencapai moksa, sengaja pergi guna mencari jati diri dan merasakan kehadirat Ilahi. Terbenam dalam alunan sepi yang menyentuh hati, gema vokal “Hu” keluar bersama nafas para pencari.

Duhai, sebegitu indahkah berada sepenuhnya dalam kasihNYA? MelayaninNYA bukan hanya dengan tenaga tetapi juga seluruh jiwa. Bahkan hidup dan matipun hanya karenaNYA.

Bila telah demikian bulat, apalagi yang pantas dirisaukan dalam hidup selain kehilangan keberadaanNYA?

 

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s