Tulisan ke m dari x Tulisan
November 26, 2011
Aku menyendiri bukan karena tidak tau tempat untuk berkumpul, tapi karena aku lebih merasakanNYA ketika sepi bergelayut dengan damai, ditemani alunan melodi burung-burung berkicau, dan lantunan maha karya alam yang teduh.
Aku memilihnya karena aku takut ditinggalkanNYA.
Tulisan ke l dari x Tulisan
November 18, 2011
Pada L, seharusnya banyak yang harus dicetak dalam layar virtual. Mulai dari perjalanan yang butuh sehari untuk sampai duduk tenang saat sampai, rombongan yang begitu gaduh karena kali pertama kaki menginjak selain tanah air, dan hal lain yang berbeda dari Indonesia.
Terkutip, “English is not enough to survive here”.
Dan implikasinya, telinga harus terbiasa dengan kosa kata baru, mulut berusaha meniru, dan tingkah laku yang perlu penyesuaian agar tak terlindas pada saat mengejar kereta.
Tulisan ke k dari x Tulisan
Oktober 9, 2011
Begitu tipis antara cinta dan benci; tawa sedih; jumpa pisah; canda sakit hati, dan hal-hal berpasangan lain yang sejenis.
Ah, mengapa juga mencintai terlalu dalam pada makhluk, bila toh akhirnya untuk dibenci?
Bukan itu yang dimaksud tipis antara cinta dan benci. Melainkan, mencintai sewajarnya sebelum benci menghampiri. Tertawa sewajarnya sebelum sedih mendera. Bersikap mawas diri ketika berjumpa untuk persiapan berpisah. melontarkan canda yang renyah tapi tidak untuk menyakiti.
Tulisan ke j dari x Tulisan
Oktober 9, 2011
Apa yang terjadi? Merasa tua padahal usia baru kepala dua
Merasa pintar padahal ujian belum kelar. Merasa umat padahal?
Oh, Tuhan. Ampuni aku yang kurang mensyukuri nikmatMU; terlalu lelah aku mendunia, sehingga merasa tua untuk bertebaran di bumiMU.
Rendahkan kesombonganku, Tuhan. Apalah pengetahuanku bila disandingkan dengan ilmuMU. Sementara aku tahu ini dan itupun karena kebijaksanaanMU.
Dan, lingkarkan diriku dalam daftar umat nabi agungMU.
Amin
Tulisan ke i dari x Tulisan
Oktober 7, 2011
Orang-orang terdekat tak akan menghakimi dengan apa yang mereka dengar dari orang ini atau orang itu, mereka akan sepenuhnya percaya pada apa yang kita perbuat, bila terus sejalan dengan apa yang ditulis dalam syariat.
Rebahkan badan, pejamkan mata, bukalah telinga, dan dengarkan dengan pikiran lapang bahwa mereka -orang-orang terdekat- akan senantiasa mendukung kita dalam kebaikan, mengomentari kita dalam kebaikan, dan menjerumuskan kita dalam lingkungan yang berakar baik.
Perlihatkan pada mereka bahwa kita pantas untuk selalu berada didekatnya dalam segala kondisi. Sebaliknya, ijinkan mereka untuk menghabiskan waktu bersamamu untuk melakukan hal-hal baik bersama.
Tulisan ke h dari x Tulisan
Oktober 7, 2011
Aku tidak ingin menjadi orang yang tujuannya adalah tanah yang ia pijak. Aku ingin berkelana mengitari seluruh penjuru negeri demi mendapatkan ridha Ilahi. Mencermati hal-hal baru untuk dikolaborasikan dengan kaidah-kaidah kemasyarakatan demi mencapai lingkungan yang mendewasa.
Biarkan langkahku sesekali melawan arus, tak searah angin berhembus, atau berseberangan jalan dengan pemikiran-pemikiran modern, asalkan tetap pada koridor dan nilai-nilai moral yang luhur.
Siapkan persediaan, karena jalan yang kita tempuh begitu jauh. Bertepi kebahagiaan hakiki, dengan jurang kehancuran di setiap persimpangan.
Tulisan ke g dari x Tulisan
Oktober 7, 2011
Kepada siapa hati bisa bersandar selain kepadaNYA?
Apakah kita terlalu sibukhingga lupa tiada tempat berlindung selain rahmatNYA?
Kita kadang terlalu memperhatikan hal-hal yang justru memalingkan kita dari wajahNYA, berbuat sesuatu yang justru mempertebal hijab antara hati dan karuniaNYA.
Lantas, apa yang patut kita banggakan di hadapan segala nikmatNYA?
Tulisan ke f dari x Tulisan
Oktober 7, 2011
Perasaan ini, rasa ini, gundah ini, semangat ini, senyum ini, dan sejumlah perasaan lain begitu nyata terlihat. Bahkan akupun tak tau sebab musabab yang menjadikan itu semua datang.
Hanya dia, ya dia dan dengan ijin Tuhanlah aku seperti itu.
Rasakan ini.
Tulisan ke e dari x Tulisan
September 22, 2011
Begitu dalamkah kau menceburkan diri sehingga sangat sulit untuk berdiri sendiri?
Begitu jauhkah kau melangkah sehingga lupa jalan untuk menuju rumah sejati?
Begitukah cinta yang semestinya kau tasbihkan pada orang yang terang-terangan kau bela hingga rela mati?
Sungguh sebuah kealpaan bila menempatkan ia yang kau cintai diatas cintamu padaNYA yang menciptakanmu dan dirinya.
Bukankah DIA juga yang menumbuhkan rasa rindu antara dirimu dan dirinya? DIA juga yang menggerakkan hatimu untuk lebih condong padanya daripada pada orang-orang yang -sebetulnya- lebih mencintaimu daripadanya.
Duhai, biarkan DIA yang mengatur segalanya untukmu. Serahkan padaNYA apa-apa yang kau ketahui dan apa-apa yang belum kau ketahui.
Tulisan ke d dari x Tulisan
September 21, 2011
Ternyata ada luka di wajahnya
yang terlihat hanya ketika kuserahkan segala urusan padaNYA
Duhai, Sungguh pandai kau menyembunyikannya
dalam sadarpun aku tak mampu mengungkapnya
Apakah karena aku terlalu terpesona
atau memang kau tak mau terlihat olehku?
Namun apapun itu, kini aku tahu
bahwa lukamu ada sebelum aku datang untuk menjemput anganmu
atau ketika kujemput itu, ku menrikmu terlalu keras sehingga terbentur oleh egoku?
Ah, akupun ragu akan hal itu.